![]() |
| Ilustrasi: Anak-anak Papua menggunakan lem aibon untuk mabuk. (foto: liputan6) |
HarianPapua – Makin maraknya penyalahgunaan lem pelekat jenis aibon di kalangan pelajar untuk mabuk-mabukan, Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Andreas Msen meminta Dinas Pendidikan dapat mengambil langkah khusus.
Langkah yang dimaksud sebut Andreas adalah Dinas Pendidikan diharapkan dapat lebih mengawasi siswa-siswi di setiap sekolah lewat bekerja sama dengan guru-guru maupun pihak terkait.
“Data Polres Biak, penyalahgunaan lem aibon di kalangan siswa sudah sangat tinggi. Saya akan perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pengawasan ketat terhadp sekolah-sekolah yang mendapat catatan khusus,” ujarnya, Sabtu (2/1) kemarin ditulis Okezone.
Menurutnya lagi, tindakan melenceng dari anak-anak yang menggunakan lem aibon untuk mabuk-mabukan juga tak lepas dari kurangnya pengawasan orang tua. Untuk itu, ia menghimbau agar para orang tua lebih bisa mengawasi anak-anaknya ketika ingin bermain di lingkungan sekitar.
“Masalah penyalahgunaan lem harus mendapat perhatian semua elemen masyarakat, karena menyangkut kesehatan mental generasi muda Papua ke depan,” tambahnya.
Saat ini Pemkab Biak Numfor juga terus meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk mengawasi gerak-gerik para siswa di jam-jam belajar agar jumlah penyalahgunaan lem aibon dapat ditekan.
“Pemkab akan mendukung penanganan yang dilakukan Kapolres untuk mencegah kerusakan lebih fatal akibat penyalahgunaan lem di kalangan generasi muda,” tutupnya.
Sumber : www.harianpapua.com/

Tidak ada komentar