![]() |
| Benny Wenda – bennywenda.org |
“Setahu saya, (setelah) dilapori oleh Kapolda, Murib kalau tidak salah. bukan Benny Wenda,” kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016), dikutip CNN Indonesia.
Kapolri membantah pernah menyebut nama Benny Wenda sebagai dalang di balik insiden ini.
Benny Wenda, menanggapi bantahan Kapolri, mengatakan jika seorang Kapolri saja bisa menuduh tanpa bukti lalu begitu mudah meralat dan membantah pernyataannya sendiri, bagaimana dengan ribuan polisi yang ada di Papua?
Baca juga Press Release : When it Comes to West Papua, Who are The Real Liars?
“Sekarang dunia bisa melihat, ketika dihadapkan dengan kebenaran dan dengan fakta-fakta, polisi Indonesia tidak bisa mempertahankan tuduhan mereka pada kami, bangsa Papua Barat. Kepala Kepolisian Indonesia menyalahkan saya atas serangan di Sinak, itu adalah kebohongan besar,” tulis Benny Wenda dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Jubi, Selasa (5/1/2016).
Kebohongan tersebut, lanjut Wenda terbukti setelah Kapolri membantah pernah menyebut namanya.
“Dia menuduh saya untuk sesuatu yang tidak saya lakukan, kemudian mengklaim dia tidak pernah menyebutkan nama saya,” tulis Wenda.
Baca juga Bantah Tuduhan Kapolri, Benny Wenda Sebut Tuduhan itu Kekanak-kanakan
Kapolri, pada 28 Desember 2015, di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kupang, mengatakan penembakan pos polisi di Sinak dilakukan oleh Kelompok Benny Wenda.
“Saat Kapolda akan melakukan evakuasi terhadap korban yang meninggal, dilakukan penembakan. Itu masih dilakukan oleh kelompok yang sama, yakni kelompoknya Benny Wenda,” kata Kapolri saat itu.
Baca juga Kapolri Tuding Benny Wenda Bertanggungjawab Dalam Penyerangan Polsek Sinak
Rakyat Papua Barat, tulis Wenda, terus menyaksikan dan mengalami pembunuhan brutal di tangan polisi dan militer Indonesia, hanya karena memperjuangkan hak-haknya untuk Kemerdekaan dan Pembebasan. Dan polisi, militer serta pemerintah Indonesia terus berbohong dan tidak peduli untuk melindungi pelaku pembunuhan brutal itu.
Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Badrodin Haiti – Jubi/Islami
|
“Faktanya, Indonesia baru saja mengumumkan 5000 tentara akan ditempatkan di Kodam yang baru di Provinsi Papua Barat,” tulis Wenda.
Baca juga 5.000 Personil Akan Isi Kodam Papua Barat
Tidak Takut Ancaman BIN
“(Pendekatan lunak) sudah kebijakan pemerintah, tapi bukan satu-satunya. Kalau dia tidak mau, tentu ada cara lain,” kata Kepala BIN, Sutiyoso tentang rencana BIN mendekati Benny Wenda.Benny Wenda mengaku tidak takut dengan intimidasi seperti ini. Dia paham, Intelijen Indonesia dan Pasukan Keamanan Indonesia bertanggung jawab atas pembunuhan banyak pemimpin Papua Barat. Hal seperti ini bisa terjadi pada dirinya juga. Hidupnya hanya untuk memperjuangkan pembebasan dan kemerdekaan Bangsa Papua Barat, apapun konsekuensinya.
“Saya tidak takut apa pun metode intelijen Indonesia yang akan digunakan terhadap saya. Mereka tidak bisa menghentikan saya berkampanye untuk hak fundamental rakyat saya untuk pembebasan dan kemerdekaan bangsa Papua Barat,” tulis Wenda dalam keterangan persnya.
Sutiyoso, lanjut Wenda, seharusnya malu mengancam seseorang yang memperjuangkan hak-hak rakyatnya yang selama puluhan tahun telah ditindas dan dibunuh oleh militer dan polisi Indonesia.
| Kepala BIN, Sutiyoso – Jubi/Ist |
Benny Wenda saat ini bermukim di pengasingannya di Inggris. Ia pernah dituduh melakukan pembunuhan, pembakaran dan penyerangan terhadap kantor polisi di Papua oleh Pemerintah Indonesia. Billy Wibisono, sekretaris bidang informasi dan sosial budaya Kedubes Indonesia di Inggris sekitar awal tahun 2000-an menyatakan Benny Wenda dan beberapa rekannya terlibat dalam penyerangan pos polisi di Abepura pada tanggal 7 Desember 2000 yang menyebabkan beberapa orang tewas dan kerusakan di kantor polisi tersebut.
Wibisono kemudian melaporkan tuduhan ini kepada Interpol untuk ditangkap dan diextradisi. Namun tuduhan ini tidak pernah terbukti hingga Interpol menyadari kebohongan laporan pemerintah Indonesia itu kemudian memutuskan bahwa kasus Benny Wenda adalah kasus politik, bukan kriminal atau kejahatan kemanusiaan.
Baca juga Interpol Hapus Benny Wenda Dari Daftar Buronan
“Kami sangat senang bahwa Interpol kini telah menyadari kesalahan ini.Tetapi pengamanan diperlukan untuk menghentikan negara lain menyalahgunakan Interpol dan menghancurkan hidup dan reputasi dalam sebuah proses,” kata Jago Russell, kepala eksekutif Fair Trials International, setelah nama Benny Wenda dihapuskan dari daftar buruan Interpol. (Victor Mambor)
Sumber : www.tabloidjubi.com

Tidak ada komentar